Carnaval pawai patung binatang dalam rangka HUT Rokan Hulu menuai kritikan di media sosial

Image
Friday, 09 October 2015 | 13:19:57 WIB


PASIR PANGARAIAN- Event Rohul Creativ Carnival (RCC) yang digelar pemkab Rohul dalam Rangka menyambut Hut Rohul Ke 16, menjadi Bahan pergunjingan di media sosial. Para Netizen menilai, Carnaval  yang akan menampilkan berbagai patung Binatang tidak sesuai dengan Karakter Rohul sebagai negeri seribu karena bertentangan dengan syariat islam.

"Katanya Rohul negeri seribu suluk,tapi kok ada rencana pawai patung!!! Bukan kah hal tersebut merupakan kebiasaan kaum kafir jahiliyah dimasa lalu yang suka mengarak-arak patung binatang," Tulis seorang Netizen Putri Abdilah di dinding Facebooknya.

Dalam tulisanya, putri memintan para ulama negeri ini untuk menjelaskan apakah Carnaval patung ini dilarang dalam agama atau tidak. Karena sebagai ulama sudah seharusnya menegakan amar ma"ruf nahi mungkar. Putri mengaku kawatir, jika tidak dijelaskan arak-arakan pawai patung ini seolah-olah menjadi pembenaran dan terus dilakukan di masa-masa yang akan datang.

Tulisan Putri Abdilah mendapat respon dari netizen lainya Pakcik Syuhada. Dalam tulisanya, dia menjelaskan Menurut jumhur ulama dari madzhab Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hambali berpendapat akan haramnya membua tshuroh, baik itu gambar tiga dimensi (yaitu patung), begitu pula gambar selain itu. Hal itu sesuai dengan  dalil-dalil larangan membuat sesuatu yang serupa dengan ciptaan Allah.

“Pernah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang dari suatu safar dan aku ketika itu menutupi diri dengan kain tipis milikku di atas lubang angin pada tembok lalu di kain tersebut terdapat gambar-gambar. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat hal itu, beliau merobeknya dan bersabda, “Sesungguhnya orang yang paling berat siksanya pada hari kiamat adalah mereka yang membuat sesuatu yang menandingi ciptaan Allah.” ‘Aisyah mengatakan, “Akhirnya kami menjadikan kain tersebut menjadi satu atau dua bantal.”  (HR. Bukhari no. 5954 dan Muslimno. 2107).

Dalam riwayat lain disebutkan

“Sesungguhnya pembuat gambarini akan disiksa pada hari kiamat. Dikatakan pada mereka, “Hidupkanlah apa yang telah kalian ciptakan (buat).” (HR. Bukhari no. 2105 dan Muslim no. 2107)

Sementara itu Netizen Lain Daswanto meminta, Majlis Ulamana Indonesia  Kabupaten Rokan Hulu untuk memberikan penjelasan dan keterangan yang shahih berdasarkan kitabullah dan sunnah Rasulullah. Dia meminta Mui bersikap secara mauizhotil hasanah.

"Jika itu perbuatan munkar, qulil haq walau kana murron, katakan yang benar walaupun pahit, Jelaskan kepada umat Islam yang mereka tidak memahami persoalan patung mematung ini secara mendalam terkait dalil2 hukum syar'i nya. Kepada penggagas acara jelaskan jika itu salah dan keliru agar mereka bertaubat, sehingga kita tidak ditimpa bencana akibat dosa dan kesalahan yang secara sadar atau tidak sadar kita lakukan. Jika kesalahan itu bersumber dari birokrasi jelaskan agar tidak diulang lagi kejahilan dan kemungkaran itu, Sebaliknya jika MUI Rokan Hulu berpendapat hal itu boleh, tidak dilarang dstnya, jelaskan juga kepada umat ini agar tidak berada dalam perbedaan pandangan yang akan berakhir pada perpecahan dan rusaknya persaudaraan" Tulis daswanto.

Namun sayangya, Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Ketua MUI Rohul Hasbi Abduh melalui Telpon Selulernya, ketua Mui tidak mengangkat. (***)

Sumber :

Laporan :

Editor : 0

loading...